Jumat, 01 April 2016

Properti serpong Makin Cemerlang di Tahun 2016

Serpong semakin berkembang sebagai area hunian di kawasan penyangga di selatan Jakarta. Selain karena kedekatannya dengan Ibu Kota, kemudahan akses dengan pembukaan beberapa ruas jalan tol kedepannya, sangat berpengaruh bagi pertumbuhan industri properti di daerah ini.

Sejumlah pengembang sepertinya telah menyulap wajah kawasan Serpong. Sekitar 16 tahun lalu, daerah yang masuk wilayah Banten ini hanyalah hamparan lahan tidak produktif dan sebagian berupa kebun karet.

Namun sekarang, kawasan ini berkembang menjadi kota mandiri. Kemunculan berbagai proyek properti besar oleh pengembang raksasa seperti Grup Ciputra, Sinar Mas Land, Summarecon, Paramount dan Grup Lippo telah mengubah drastis wajah Serpong. 

jual rumah bsd

Sempat terpukul oleh krisis moneter 1997, pamor kawasan ini ternyata masih bertahan. Kini, Serpong tampil sebagai salah satu kawasan emas properti dengan pertumbuhan paling mengesankan. Tengok pertumbuhan harga tanah di kawasan tersebut. Saat ini harga tanah di Serpong sudah melejit di kisaran Rp10 juta per meter persegi. Bahkan, sebuah rumah termurah di BSD City, misalnya, sudah Rp12 juta per meter persegi. 

Memang bukan hal aneh jika perkembangan Serpong begitu pesat. Kendati di pinggir Jakarta, kawasan dengan area seluas 147,19 kilometer persegi ini sudah lengkap oleh aneka fasilitas, mulai sarana hiburan seperti mal, fasilitas rekreasi dan kuliner, sekolah dan universitas, juga jalur transportasi ke arah Jakarta yang relatif lengkap. Jalur kereta api listrik (KRL) ke arah Jakarta tersedia. Begitu pula ruas jalan tol. 

Daya jual kawasan Serpong kemungkinan bakal kian menawan seiring rencana pembangunan ruas jalan tol Serpong-Balaraja yang menghubungkan Tangerang dan Tangerang Selatan. Seperti diketahui, pertumbuhan properti selalu mengikuti perkembangan infrastruktur. Jika infrastruktur hancur, proyek properti hampir dipastikan babak belur. Sebaliknya, pembangunan infrastruktur yang baik bakal terus memicu pengembangan beragam produk properti.  

Artinya, perkembangan infrastruktur yang baik di suatu kawasan akan memicu aktivitas bisnis pengembang properti. Ini wajar karena keberadaan fasilitas infrastruktur yang baik akan melambungkan harga tanah. Tentu imbasnya akan menarik minat pengembang untuk membangun proyek. 

Penampilan Serpong yang gemerlap ini, menurut pengamat properti Panangian Simanungkalit, menjadikan daerah itu berpotensi sebagai greater Jakarta, atau kota dalam kawasan Jabodetabek (Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi). “Semua jenis properti yang dijual di Serpong laku keras dan harganya terus membubung. Kenaikannya per tahun bisa 15%,” ujar Direktur Pusat Studi Properti Indonesia itu. 

Memang selain rumah tapak, hunian vertikal seperti apartemen dan kondominium juga tetap diburu karena ke depan daerah pinggiran akan semakin berkembang menjadi wilayah ekonomi sendiri. Bahkan, bisa saja tidak lagi banyak bergantung dengan aktivitas di pusat kota. Lambat laun, kawasan tengah kota bakal jenuh bin padat dengan harga unit properti di sana juga kian tak terjangkau untuk kegiatan bisnis. 

Principal properti One, Meta Anggraeni, juga mengamini hal ini. Kawasan Serpong, menurut dia, semakin maju dan menjadi sumber investasi yang menguntungkan. Semua kebutuhan dan fasilitas telah tersedia di Serpong. Melihat kenyataan inilah, banyak perusahaan pengembang properti yang mengadu untung di kawasan ini. Nah yang terbaru, PT Serpong Bangun Cipta yang baru saja meluncurkan perumahan Banara Serpong

Kompleks hunian ini terdiri atas 207 unit rumah. Adapun pada peluncuran perdana rumah tahap pertama, berhasil terjual 70%. “Dengan penjualan tersebut, paling tidak kami telah membukukan penjualan mencapai Rp110 miliar,” kata Marketing Director PT Serpong Bangun Cipta Andreas Audyanto. Banara Serpong dibangun di atas lahan seluas 20 hektare dengan pengembangan tahap I seluas 3,2 hektare. 



Diambil dari:
http://www.koran-sindo.com/news.php?r=5&n=3&date=2015-11-25


jual beli rumah bsd